Jenis, Perbedaan dan Kelebihan SSD dibanding HDD

Kelebihan SSD dibanding HDD | Storage SSD vs HDD

Apa saja jenis-jenis, pebedaan dan kelebihan SSD daripada HDD (SSD vs HDD)? Storage atau media penyimpanan data digital, mungkin tak kan terlepas dari keseharian Anda, ada dua macam media penyimpanan yang bisa diandalkan, yaitu penyimpanan online atau dikenal storage online dengan jenis (Cloud Storage: Google Drive, Dropbox dsb) dan juga storage offline (SSD, HDD, flashdisk dsb).

Dalam ulasan ini akan zotutorial bahas tentang Apa saja yang menjadi kelebihan dari HardDisk tipe SSD (Solid State Drive) dibanding HDD, dimana SSD merupakan salah satu media storage terbaik tercepat dengan teknologi modern. Tapi sebelumnya mari cari tahu dulu apa sebenarnya hardisk ssd itu.


HardDisk SSD ?


"Solid-State Drive" atau biasa di singkat dengan SSD ini merupakan salah satu inovasi dari media penyimpanan hardisk mekanik atau biasa disebut HardDisk HDD pada perangkat komputer PC, laptop atau server, secara performanya SSD jauh lebih unggul ketimbang hardisk mekanik pada umumnya.

SSD atau Solid State Drive ini memang jarang ditemukan di dalam PC Built-Up atau Laptop pada produk-produk kelas entry level, karena setiap kali seseorang membeli perangkat PC Dekstop atau Laptop maka media penyimpanan yang disediakan selalu saja Hardisk tipe HDD (Hard Disk Drive).

Hal ini bukanlah tanpa alasan karena SSD memiliki selisih harga yang lumayan jauh dari pada harga HDD sehingga banyak penjual, vendor brand komputer dan PC Build-Up yang lebih memilih memasang HDD pada perangkatnya untuk mengurangi cost di rentang harga yang menarik.

Mengenai ukurannya, SSD memiliki varian beragam ukuran mulai dari 2,5" inch yang sama dengan ukuran HDD pada laptop, dengan ketebalan casing antara 7-12mm bahkan kurang dari itu. Namun bukan berarti dengan ukuran 2,5" SSD tidak bisa dipasang pada komputer PC. 

Untuk memasang ssd di PC maka kamu perlu menambahkan bracket 3,5" agar SSD tersebut bisa dipasang pada perangkat komputer PC, atau menggunakan casing PC terbaru yang sudah menyediakan slot untuk ssd.

Penggunaan SSD juga biasanya diterapkan dalam sebuah komputer server yang mengutamakan performa kecepatan untuk pengaksesan file dan komputer atau laptop high-end untuk keperluan rendering editing dan gaming.


Macam-Macam Jenis SSD


SSD yang umum dipakai pada laptop dan komputer PC yaitu SSD 2,5 Inch, namun ada macam jenis lain diantaranya SSD mSATA, SSD M.2 NVMe, SSD PCIe. Pastikan cari refrensi terkait masing-masing jenis tipe SSD ini untuk laptop atau komputermu bila anda ingin mengganti.


Berdasarkan Tipe Cell SSD


Kenali juga berbagai tipe cell yang digunakan oleh SSD yang kamu gunakan, dilansir howtogeeks.com ada beberapa tipe SSD yang beredar dan pastinya akan terus bertamah seiring perkembangan teknologi storage.

  • SLC (Single Level Cell)
SSD tipe ini memiliki kelebihan akurasi ketika melakukan proses baca dan tulis dan memiliki kelebihan daya tahan yang lama jika dibandingkan dengan tipe SSD lainnya.

  • MLC (Multi Level Cell)
SSD tipe ini menggunakan beberapa cell untuk menyimpan data jika dibandingkan dengan SLC yang menggunakan hanya satu cell dalam menyimpan data.

  • TCL (Triple Level Cell)
TCL adalah tipe SSD yang paling banyak digunakan setelah MLC karena dari sisi harga sangat terjangkau, namun memiliki beberapa kekurangan seperti masa proses read dan write lebih pendek jika dibandingkan dengan SLC dan MLC.

  • QLC (Quad Level Cell)
QLC menggunakan 4 bit untuk setiap cell nya, lebih banyak dari jenis SSD diatas dan tergolong masih baru. Namun QLC memiliki masalah kinerja pada cache selama transfer dengan ukuran file yang besar. Karenanya produsen masih dalam tahap pengoptimalan.


Perbedaan SSD dengan HDD ? 


Dari segi fungsi SSD dan HDD memang sama yaitu sebagai media penyimpanan. Namun komponen yang ada didalam SSD dan HDD inilah yang membedakan. Komponen yang ada didalam hardisk HDD menggunakan disc atau piringan cakram dengan 2 variant kecepatan putaran 5400 rpm dan 7200 rpm dalam proses kerjanya.

Jadi tidak heran kalau terkadang ada bunyi dan getaran pada komputer atau laptop yang menggunakan HDD, demikian disebabkan oleh proses mekanik piringan hardisk yang sedang berputar.

Sedangkan pada SSD komponen didalamnya terdiri dari Cell atau kumpulan chip memory yang tersusun dalam satu board yang mirip dengan RAM atau Flashdisk. Jadi, didalam SSD ini tidak ada komponen yang bergerak sehingga disebut HardDisk Statis.

Begitulah sedikit gambaran mengenai hardisk SSD, bagi anda yang penasaran dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki SSD dibandingkan dengan HDD silahkan lanjut kedalam poin-poin berikut ini.


Kelebihan SSD dibanding HDD mekanik


1. Performa (Read dan Write) Lebih Cepat

Perbedaan paling mendasar antara SSD dan HDD adalah dari segi performanya. Kecepatan membaca dan menulis (Read and Write) yang ada di SSD ini jauh lebih cepat berkali lipat dibandingkan HDD. Untuk ukuran SSD entry level speed yang ditawarkan ada di kisaran 350-560 Mb/s dan SSD jenis M.2 NVMe bisa mencapai 1000-3000an Mb/s.

2. Booting Fast

Mengetahui transfer data yang begitu cepat, bisa dipastikan jika mencoba adu kecepatan membuka tutup program yang berat atau menghitung waktu booting Windows kurang dari 10 detik, pastilah SSD akan merespon lebih cepat. Hal ini karena memang komponennya yang berupa chip memory statis tanpa ada komponen yang bergerak sama seperti flashdisk dan SD card.

3. Tidak Bergetar dan Menimbulkan Bunyi

Seperti yang saya jelaskan tadi bahwa HDD menggunakan (disc) piringan cakram yang berputar dengan kecepatan 5400-7200 rpm dalam proses baca tulis file pada disc piringan, sehingga menimbulkan getaran atau bunyi pada PC atau laptop anda. Sedangkan SSD sama sekali tidak menggunakan komponen mekanik yang bergerak seperti hardisk diatas. Jadi bisa dijamin SSD tidak akan menimbulkan getaran dan juga bunyi.

4. Lebih Ringan

Pernahkah membawa Hardisk External? Jika iya maka berat dari SSD kurang lebihnya akan setengah dari berat hardisk mekanik. Karena SSD hanya berisi chip didalamnya sehingga memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan HDD. Hal ini cukup berguna untuk mengurangi berat yang ada pada laptop jika anda mengupgrade media penyimpanan Laptop kamu dengan SSD.

5. Tahan Benturan & Guncangan

Pada umumnya hardisk yang masih menggunakan piringan didalamnya harus terhindar dari getaran dan goncangan, itu karena disc yang ada didalam hardisk sangatlah sensitif. Hal ini disebabkan oleh piringan yang berputar dengan kecepatan tinggi dan head sebagai alat pembaca disc hanya berjarak seper sekian mm saja, bayangkan jika perngkat anda terjadi getaran mendadak dikhawatirkan akan terjadi goresan pada disc tersebut sehingga menyebabkan bad sector.

6. Hemat Daya Listrik

Penggunaan SSD diklaim bisa lebih menghemat daya baterai laptop atau daya listrik hanya memerlukan daya kisaran 2-3 watt pada Komputer, itu karena memang proses kerja SSD tidak memerlukan daya listrik yang begitu besar seperti yang terjadi pada Hardisk mekanik pada saat bekerja aktif.

7. Defragment Tidak Perlu lagi

Cara kerja HDD dalam menyimpan file-file yang berukuran besar adalah dengan meletakan data pada sector yang berdekatan dalam piringan cakram, tapi ketika kapasitas HDD mulai penuh, file-file yang sudah tersimpan dapat terpencar secara acak, inilah yang dikenal dengan istilah fragmentasi.

Pada SSD kita tidak perlu ladi repot mendefrag ini karena data telah tersimpan pada chip flash secara rapi. Sedangkan pada HDD defragment perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dari HDD tersebut, berguna agar head dapat cepat menjangkau sector yang saling berdekatan.


Kekurangan dari SSD (Solid State Drive)


1. Harga Jauh Lebih Mahal

Untuk saat ini sudah bisa dipastikan bahwa harga dari SSD memang jauh lebih mahal pada kapasitas storage yang sama jika dibandingkan HDD. Hal ini lah yang membuat banyak orang urung menggunakan SSD pada perangkat PC atau Laptop mereka. Sebagai contoh, harga dari SSD 120GB saja sama dengan harga Hardisk HDD yang memiliki ukuran penyimpanan 500Gb. Tentunya jika orang yang memiliki budget terbatas dan lebih mengutamakan besarnya penyimpanan, mereka akan memilih hardisk mekanik.

2. Masa Hidup Berdasarkan TBW

TeraBytes Written (TBW) adalah perkiraan masa hidup penyimpanan SSD. Biasanya TBW tergantung kapasitas SSD, semakin besar kapasitasnya semakin besar juga TBW nya. Jadi semakin sering SSD di tulis (write) download file, install program atau game dengan ukuran besar, update, instal ulang, paste film, maka akan menurunkan TBW. 

Dimasa akhirnya jika ssd telah melebihi batas TBW maka hanya akan bisa di baca atau di copy, dan tidak dapat di isi atau paste file. Tentu hal ini juga menjadi pembeda dengan HDD yang tidak ada masa umur berdasarkan TBW.


Perlu di Ingat!


Bukan berarti jika telah menggunakan SSD bisa mengatasi Lag secara total pada saat menjalankan game berat, render video dan Aplikasi grafis lainya. Karena pada aktivitas gaming dan software grafis, yang paling berpengaruh adalah VGA dan kemampuan Processor dalam menghandel Grafik & Pemrosesan data.

Sedangkan SSD hanya akan mendukung untuk menyiapkan dan menyimpan data menjadi lebih cepat. Karena itulah faktor VGA, Processor, RAM juga patut diperhitungkan dan lebih berperan penting dalam grafis gaming dan rendering.


Demikian pembahasan zotutorial mengenai apa saja yang menjadi kelebihan SSD dibanding HDD yang patut kamu pertimbangkan setelah menyimak artikel kali ini. SSD merupakan inovasi dan solusi yang tepat untuk storage dimasa kini dan mendatang menggantikan hardisk konvensional HDD, tentu kedepannya harga ssd juga akan semakin menurun. Semoga bermanfaat | zotutorial.com
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Jenis, Perbedaan dan Kelebihan SSD dibanding HDD"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close